SHARE

Radiologi selalu menjadi suatu yang sangat penting di dunia medis dan kini sudah terdigitalisasi. Tak hanya itu, radiologi yang dulu orang tahunya hana berkutat di masalah tulang saja, kini radiologi telah melaju ke satu step lagi dari virus Zika, hingga masalah dermatologi.

Berikut adalah beberapa inovasi dan tren yang telah dikembangkan di medis, khususnya di bidang radiologi.

1. Virtual reality bisa membantu pihak medis untuk mendapatkan gambaran janin yang lebih baik.

Kredit foto: businessinsider.com

Dalam waktu dekat, dunia medis mungkin akan menggunakan headset virtual reality untuk melihat perkembangan janin bukan USG tradisional lagi. Teknologi ini, masih eksperimental, namun telah digunakan pada 30 kehamilan di Brasil.

Gambar 3D dikompilasi menggunakan MRI dan teknologi USG kemudian menggunakan Oculus Rift 2 untuk mendapatkan gambaran yang lebih jelas tentang apa yang terjadi dalam rahim sang ibu. Dengan model ini, peneliti dapat melihat bagian luar janin, bersama dengan bagian dalam saluran pernapasan sehingga dokter melihat lebih jeli bila ada kelainan.

“Model janin 3D ini dikombinasikan dengan teknologi virtual reality yang dapat meningkatkan pemahaman tentang karakteristik anatomi janin dan dapat digunakan untuk tujuan pendidikan dan sebagai metode bagi orang tua untuk memvisualisasikan bayi mereka yang belum lahir,” kata penulis studi tersebut, Dr Heron Werner Jr.

2. Teknologi 3D printing membantu peneliti lebih memahami bagaimana virus Zika dapat memengaruhi otak bayi.

Kredit foto: businessinsider.com

Dunia medis kini masih belajar tentang efek virus Zika pada otak, terutama pada bayi yang tertular virus sebelum kelahiran. Dan pencapaian tersebut merupakan bagian integral dalam meningkatkan pemahaman dan meningkatkan perawatan terhadap virus Zika. Dalam studi baru yang disampaikan pada konferensi RSNA, peneliti menggunakan CT scan, MRI, ultrasound, dan 3-D modeling untuk mendapatkan gambaran yang lebih baik.

Berkat teknologi ini, para peneliti dapat mengetahui beberapa hal penting, termasuk lebih banyak bukti bahwa Zika dapat menyebabkan kerusakan otak pada bayi dengan dan tanpa mikrosefali.

3. Machine learning bisa membantu para dermatologists melihat gejala kanker pada kulit.

Kredit foto: businessinsider.com

Beberapa penyakit yang kini tengah banyak diperbincangkan salah satunya adalah kanker kulit. Salah satu studi yang dirilis oleh IBM, mengatakan bahwa komputer miliknya bisa dengan lebih baik mengidentifikasi melanoma dikulit. Namun, hal ini masih menunggu keputusan apakah hasil yang didapat tersbeut valid atau tidak.

4. Machine learning juga bisa membantu dokter dalam membaca hasil X-Ray lebih akurat.

Kredit foto: businessinsider.com

GE bermitra dengan UC San Francisco selama tiga tahun ke depan untuk membantu dokter menentukan hasil X-Ray secara lebih akuratlewat salah satu proyek yang bertujuan untuk mempersingkat waktu antara membaca X-Ray dan memberikan pengobatan, yang nantinya akan berpotensi menyelamatkan nyawa pasien.

5. Meningkatkan teknologi yang ada untuk membuat teknologi tersebut dapat digunakan secara berkelanjutan.

Kredit foto: businessinsider.com

Imaging technologies yang digunakan di seluruh dunia saat ini menggunakan banyak sumber daya alam yang penting. Sebagai contoh, ada begitu banyak helium (digunakan dalam mesin MRI) di dunia, sehingga menemukan cara untuk menghemat elemen tersebut yang justru akan menjadi kunci.

Untuk membuat sumber dala ini dapat digunakan secara keberlanjutan bisa diatasi dengan membatasi jumlah penggunaan, atau dengan menciptakan mesin yang lebih bisa mengatasi problem ini. Sebuah tinjauan yang diterbitkan awal tahun ini dalam World Journal of Science, Technology and Sustainable Development menemukan bahwa “penerapan radiologi diagnostik berkelanjutan oleh banyak negara di Eropa dan Inggris membantu untuk menyediakan layanan secara efisien dan efektif, dengan pelestarian simultan dari sumber daya alam, kesehatan pasien dan lingkungan yang jauh lebih baik dari sebelumnya.”

Sumber: disini