SHARE

Facebook kembali dengan trik lama setelah beberapa minggu sejak kontroversi terakhir mengenai aplikasi Onavo Protect VPN yang diduga melacak data pengguna menjadi berita utama.

Kali ini muncul dengan aplikasi “keamanan” lain yang disebut Bolt App Lock  yang fungsi utamanya mengunci aplikasi lain di ponsel. Aplikasi ini memungkinkan pengguna menambahkan aksi pengamanan tambahan seperti pola, kode PIN, atau pengenalan sidik jari ke aplikasi yang tidak mereka inginkan agar mudah diakses oleh pengguna.

Tapi aplikasi ini memiliki fitur curang lain yakni melacak aktivitas pengguna dan mengirimkan data yang dikumpulkan ke Facebook. Hal ini diperkuat oleh daftar aplikasi, Google Play yang mengatakan Bolt App Lock mengumpulkan data terkait aplikasi lain yang ada di perangkat pengguna.

Lebih lanjut dikatakan aplikasi mengumpulkan “info tentang kapan aplikasi tersebut digunakan, dan informasi perangkat dan jaringan.”

Selain itu, pengungkapan tersebut Facebook mengatakan bahwa itu adalah sebagai bagian dari Facebook, ia mengirimkan informasi yang dikumpulkan guna “memperbaiki produk dan layanan Facebook, mendapatkan wawasan nilai produk dan layanan yang dimiliki pengguna, dan membangun pengalaman yang lebih baik.”

Koleksi penggunaan aplikasi seluler dan informasi terkait telah membantu raksasa media sosial mendapatkan beberapa keunggulan kompetitif dibandingkan pesaingnya seperti Snapchat.

Meskipun Facebook segera menghapus aplikasi setelah diluncurkan, namun cukup jelas bahwa perusahaan bertujuan untuk mendapatkan lebih banyak wawasan semacam itu dengan membuat aplikasi yang menipu pengguna dan melacak aktivitas mereka.

Setelah menerima begitu banyak respon negatif, juru bicara Facebook mengeluarkan sebuah pernyataan kepada TechCrunch yang menyebutnya sebagai “tes kecil dan singkat.”