SHARE

Terlepas dari klaim yang dibuat oleh Cambridge Analytica, data yang dipanen dari pengguna Facebook belum dihapus. Bahkan, sebagian besar informasi pribadi yang dicuri masih beredar dalam sumber yang tidak diketahui.

Pengungkapan mengejutkan ini muncul dalam penyelidikan baru – baru ini yang dilakukan oleh Channel 4 di London, di mana mereka melihat kumpulan data yang berisi profil psikologis sekitar 136.000 penduduk Colorado.

Dataset yang dimaksud dikatakan “berasal” dari data asli Facebook yang diperoleh secara tidak sah oleh Cambridge Analytica dan digunakan untuk profil orang-orang Colorado, AS.

Meskipun tidak jelas siapa sebenarnya yang memiliki data ini tetapi info yang diperoleh dari “cache data kampanye dari sumber Cambridge Analytica.”

Rupanya, perusahaan analisis telah menggunakan informasi ini untuk “menargetkan pesan tertentu” kepada pengguna lokal.

Dataset serupa terjadi untuk penduduk Oregon, hal ini tentu mengisyaratkan adanya salinan data Facebook yang dipanen dan semakin memicu pertanyaan tentang berapa banyak orang-orang atau kelompok yang masih memiliki akses ke sana.

Yang lebih menakutkan adalah bahwa data profil ini telah “diedarkan menggunakan sistem email generik, non-perusahaan” yang menunjukkan bahwa data ini masih bebas.

Seperti yang diharapkan, berita ini tidak diterima dengan baik oleh para korban skandal ini. “Ini adalah manipulasi masyarakat kita oleh orang-orang yang tidak begitu peduli dengan kita,” kata seorang perawat bernama Janice dalam wawancara dengan Channel 4.

“Mereka peduli dengan bisnis mereka” dan “mereka ingin memanipulasi kita semua karena kita adalah pemilih atau konsumen,” tambah Janice.

Satu hal yang pasti dan berat bagi Zuckerberg yang mencoba menenangkan pengguna yang jengkel dengan permintaan maaf dan melakukkan update untuk memperbaiki celah .

Ketika ditanya bagaimana perasaannya permintaan maafnya, dia berkata, “Dia tidak melakukannya sampai orang-orang menghapus profil mereka dan mulai menutup akun mereka” yang membuatnya merasa “jijik dengan dia”.