Dikopas dari laman MSM, Sistem operasi Harmony alias Hongmeng telah diperkenalkan secara resmi oleh Huawei, Jumat (9/8/2019) lalu . Awalnya, sistem operasi ini disiapkan sebagai pengganti OS Android di smartphone Huawei, jika boikot dilakukan oleh pemerintah AS.

Namun ternyata Harmony tak hanya dibuat untuk smartphone semata. Buktinya, perangkat pertama yang menggunakan OS Harmony bukanlah smartphone, melainkan sebuah smart TV.

Smart TV Honor Vision adalah perangkat pertama yang menggunakan sistem operasi ini. Televisi cerdas itu menggunakan OS Harmony yang telah disesuaikan dengan ukuran layar sebuah televisi.

Honor Vision memiliki ukuran layar seluas 55 inci dengan resolusi 4K. Perangkat ini memiliki rasio screen-to-body mencapai 94 persen sehingga layar terlihat luas dengan ukuran bezel yang tipis.

Layar Honor Vision juga mendukung 87 persen NTSC wide color gamut dan tingkat kecerahannya mencapai 400 nits. Televisi cerdas ini juga mendapatkan sertifikasi dari TUV Rheinland sebagai televisi dengan cahaya biru yang rendah.

Sebagai sebuah smart tv, Honor Vision dibekali dengan chipset Hongjun 818, yang merupakan hasil kolaborasi antara Huawei dengan Baidu. Chipset ini dibuat dengan fabrikasi 28nm dan memiliki sebanyak delapan inti.

Dikutip KompasTekno dari XDA Developer, Senin (12/8/2019), dengan chipset ini, Honor Vision dapat memutar video berkualitas 4K pada 60 fps. Chip ini juga mendukung pemrosesan gambar hingga 64 megapiksel, noise reduction, dan sejumlah fitur lainnya.

Sementara sistem operasi Harmony yang dibenamkan pada smart tv ini juga telah disesuaikan untuk sebuah televisi.

OS Harmony pada Honor Vision juga memiliki serangkaian fitur yang dapat menghubungkan smart tv dengan perangkat lain yang juga menggunakan sistem operasi yang sama.

Smart tv Honor Vision dibanderol dengan harga 3.799 Yuan atau sekitar Rp 7,6 juta untuk penyimpanan 16 GB, dan 4.799 Yuan atau Rp 9,6 juta untuk penyimpanan 32 GB. Keduanya sama-sama dibekali dengan RAM 2 GB.

Android Open Source Project

Sistem operasi Harmony atau Hongmeng sendiri dikembangkan dari Android versi open source (AOSP) sebagai antisipasi apabila Huawei tak bisa lagi menggunakan Android besutan Google.

HarmonyOS adalah julukan Hongmeng dalam bahasa Inggris. Jadi, keduanya adalah sistem operasi yang sama.

Sesuai dengan rumor yang beredar selama ini, Richard Yu, Kepala Bisnis Konsumen Huawei membenarkan bahwa Harmony atau Hongmeng memang ditujukan sebagai alternatif Android untuk ponsel Huawei.

Hubungan Huawei dengan perusahaan-perusahaan AS -termasuk Google- memang memburuk semenjak raksasa China itu dimasukkan dalam daftar hitam untuk urusan perdagangan bernama “entity list”, Mei lalu.