SHARE

Google mulai menarik kembali dukungannya pada layanan penyingkat URL goo.gl sejak kemarin, 30 Maret.

Michael Hermanto, Insinyur Perangkat Lunak Google Firebase, mengumumkan mulai tanggal 13 April, pengguna anonim dan pengguna yang tidak pernah menggunakan penyingkat URL Google sebelum 30 Maret tidak akan dapat membuat tautan singkat melalui konsol goo.gl kedepan. Untuk pengembang, Google hanya mengizinkan proyek dengan akses yang ada ke URL API Shortener.

Namun, pengguna yg telah menggunakan dapat terus membuat link singkat di konsol goo.gl setelah 13 April dan juga diizinkan untuk melihat data analitik mereka dan mendownload informasi link singkat dalam format CSV hingga 30 Maret 2019, setelah goo.gl konsol ditutup secara resmi. Namun untungnya, link goo.gl yang terlanjur telah dibuat akan terus dialihkan ke halaman tujuan setelah layanan berakhir tahun depan, kata Google.

Langkah ini merupakan bagian dari upaya Google untuk mengalihkan fokusnya ke Firebase Dynamic Links (FDL), yang dimaksudkan untuk membawa pengguna ke titik mana pun di web dan dalam aplikasi iOS, Android, atau web menggunakan link internal. Lebih penting lagi, Google menjauhkan diri dari penyingkat URL berbasis web, yang diluncurkan pada tahun 2009 , karena pengguna semakin banyak menggunakan perangkat seluler, aplikasi, dan asisten digital untuk menemukan konten di internet.

Raksasa pencarian kini mendorong pengguna menggunakan FDL atau layanan lain seperti Bitly dan Ow.ly untuk membuat link singkat baru. Perlu diingat bahwa meskipun konsol goo.gl ditutup tahun depan, link singkat Anda akan tetap berfungsi dan akan terus dialihkan alih-alih transisi ke konsol Firebase. Namun demikian, pengguna akan memiliki opsi migrasi link dari konsol goo.gl.