SHARE

Dikutip dari liputan6, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) mengumumkan update tentang konten pornografi di mesin pencari yang tidak bisa lagi diakses.

Diumumkan oleh Plt Kepala Biro Humas Kemkominfo Noor Iza, per minggu ini, pencarian apapun mengenai konten pornografi di mesin pencari Google sudah nyaris tak bisa lagi dilakukan.

Hal ini terjadi setelah Kemkominfo bekerja sama dengan penyedia layanan internet (ISP) dan meminta ISP untuk mengaktifkan Safe Search Mode (mode aman) untuk tiap pencarian di mesin pencari.

“Minggu lalu sudah diumumkan Kemkominfo mendorong ISP menerapkan pengaturan Safe Search Mode di mesin pencari,” tutur Noor Iza ditemui wartawan di Kantor Kemkominfo, Jakarta, Kamis (9/8/2018).

Direktorat Jenderal Aplikasi dan Informatika, menurut Noor Iza, mendorong agar konten negatif tidak lagi muncul saat pengguna melakukan pencarian tentang pornografi di mesin pencari.

Noor Iza mengatakan, Safe Search Mode sebelumnya memang sudah ada di mesin pencari. Namun pengaktifannya didasarkan keinginan si pengguna.

“Sebelumnya tergantung pengguna mau aktifkan Safe Search Mode atau tidak. Tetapi saat ini ISP yang mengaktifkan secara default sehingga pengguna yang mencari dengan mesin pencari Google akan otomatis menggunakan Safe Search Mode,” katanya.

Menurut Noor Iza, per hari ini sudah ada 25 penyedia layanan internet yang menerapkan setting-an Safe Search Mode bagi penggunanya. “Waktu diuji coba ada 3 ISP yang menerapkan Safe Search Mode. Kemudian pada Jumat lalu ada 15 ISP dan saat ini bertambah 25 ISP yang menerapkan Safe Search Mode untuk pencarian di mesin pencari,” tutur Noor Iza.

Lebih lanjut, Noor Iza mengungkapkan, nantinya ada lebih banyak penyedia layanan internet yang akan menerapkan Safe Search Mode mesin pencari. Sehingga konten-konten pornografi pun hilang dari dunia maya.

Kendati demikian, Rudiantara mengaku pasti masih tetap ada masyarakat yang bandel menggunakan aplikasi Virtual Private Network (VPN) demi mengakses konten pornografi.

“Tidak akan pernah 100 persen steril, di Tiongkok saja orang pakai VPN untuk akses Whatsapp yang dilarang di sana. Ya satu dua persen ada yang mengakali memakai VPN,” akunya.