SHARE

Meski coding menjadi salah satu profesi utama, mempekerjakan programmer untuk coding aplikasi masih merupakan urusan mahal untuk usaha kecil. Ada sejumlah aplikasi app maker Android drag-and-drop yang tersedia di pasar, tetapi hasilnya tidak terlalu berguna.

Untuk mempermudah pelanggan korporasinya, Google akhirnya mendorong tool pengembangan aplikasi App Maker  nya dari beta. Lingkungan pengembangan low kode ini bertujuan untuk memudahkan tim untuk “mempercepat alur kerja dan membuat proses lebih baik,” menurut Google.

Sesuai perkiraan, tool ini dapat menghemat karyawan 7,5 jam per minggu, lebih dari satu minggu istirahat makan siang.

Sampai sekarang tool ini masih dalam private beta; kini setiap pengembang dapat mencobanya dan membuat aplikasi dengan mudah. Untuk mengakses tool ini, pengguna membutuhkan langganan G Suite Business atau Enterprise; akan tersedia juga untuk pelanggan G Suite for Education.

Sejak peluncuran pertamanya, Google menambahkan fitur dan peningkatan baru ke App Maker. Kini, ia menawarkan dukungan default Cloud SQL dan Bring Your Own Database model.

Pengembang juga dapat menghubungkan App Maker ke hampir semua layanan Google dan membuat aplikasi lebih powerfull. Admin G Suite akan memiliki kontrol penuh atas pengguna aplikasi, metrik, izin OAuth, dll.

Untuk  lebih detailnya Anda dapat mempelajari App Maker dari Google di sini .