Salah satu alasan utama mengapa orang menahan diri membeli Xiaomi smartphone adalah iklan MIUI Android. Perusahaan menghadapi kritik dari pengguna karena menerapkan iklan ke MIUI dan mengganggu pengalaman pengguna.

Tampaknya perusahaan akhirnya merespon kritik tersebut. Lei Jun, CEO Xiaomi, mengkonfirmasi perusahaan tidak akan menghapus iklan melainkan akan mengoptimalkannya untuk memastikan pengguna hanya melihat iklan yang relevan.

General Manager Xiaomi untuk Layanan Internet mengatakan jumlah iklan akan berkurang dan algoritma akan diterapkan untuk menampilkan iklan yang relevan dengan minat pengguna.

Xiaomi tidak dapat menghapus iklan dari sistem operasi miliknya karena merupakan bagian utama dari pendapatan. Pada kuartal pertama 2019, iklan di MIUI menghasilkan 9,7% dari total pendapatan perusahaan.

Xiaomi mungkin memperkenalkan algoritma baru di MIUI 11 mendatang untuk memperlancar pengalaman pengguna. Perusahaan pembuat ponsel pintar China menghadapi kritik hebat tahun lalu ketika mulai menampilkan iklan di menu Pengaturan.

Kita pantau saja bagaimana perusahaan menekan iklan yang mengganggu di MIUI sambil tetap relevan bagi pengguna dan menghasilkan pendapatan melalui itu.